Langsung ke konten utama

RUMAH BUDIDAYA CACING CIMBANG

                                            RUMAH BUDIDAYA CACING CIMBANG

Rumah budidaya cacing lumbricus rubellus di Desa Cimbang saat ini mulai produksi, Minggu (11/10/2020).
 
Budidaya cacing tanah jenis lumbricus rubellus di Kabupaten Karo mulai berproduksi untuk pertama kalinya, salah satu bisnis menggiurkan.

Saat pertama kali berproduksi, langsung diresmikan oleh seorang pengusaha kopi Cimbang Sinabung yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Karo Imam Syukri Syah Tarigan bertempat di Rumah Budidaya Cacing Tanah, Desa Cimbang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Propinsi Sumatra Utara, Minggu (11/10/2020).

Peresmian produksi cacing tanah itu juga turut dihadiri oleh PT. Pos Indonesia Kanca Kabanjahe, aktivis pemerhati lingkungan seperti DPD Walantara Kabupaten Karo, LSM Pemuda NKRI Kabupaten Karo dan beberapa insan pers.

Di sela - sela peresmian tersebut, kepada wartawan, Imam Syukri Syah Tarigan menjelaskan, bahwasl saat ini persaingan dunia usaha dan dunia kerja semakin ketat.

Sehingga terangnya, dibutuhkan individu - individu yang mandiri, kreatif, inovatif dan berani untuk memulai membuka lapangan - lapangan kerja yang baru supaya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di pedesaan.
Untuk itu, terkait budidaya cacing tanah, ungkapnya, tak butuh lahan luas dan modal yang tinggi dalam usaha pembudidayaan cacing tanah spesies lumbricus rubellus.

Karena paparnya, saat ini prospek usaha pengembangbiakan cacing tanah ini sudah mulai digandrungi dan bisa menjadi usaha alternatif membuka lapangan kerja baru.

Sebab, jenis cacing ini mempunyai siklus pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan jenis cacing lainnya. Dimana lanjutnya, jenis cacing ini tergolong mudah pemeliharaan dan perawatannya, apalagi bisa dikembangkan di media tanah yang dicampur dengan limbah organik atau kotoran sapi/lembu.

Kemudian, sambungnya, cacing jenis ini banyak dimanfaatkan dalam dunia peternakan yang digunakan untuk pakan ternak sejenis unggas dan ternak ikan. Serta dapat diganakan sebagai bahan obat - obatan industri farmasi. Mengingat, dalam dunia farmasi cacing jenis ini banyak dimanfaatkan juga sebagai bahan kosmetik. Bahkan permintaannya pun terus meningkat untuk memenuhi jumlah produksi yang semakin besar.

Maka, ketersediaan cacing tanah seperti ini masih sangat terbatas dengan harga yang relatif lebih mahal, karena belum banyak yang melakukan budidaya cacing tanah jenis ini khususnya di Kabupaten Karo di tengah masih jarang masyarakat yang tahu akan hal tersebut.

Hal itu diutarakan Imam Syukri Syah Tarigan yang juga sebagai pengusaha kopi cimbang sinabung ini saat dimintai keterangan oleh awak media dilokasi rumah pembudidayaan cacing yang baru saja di lounching.

"Saya berharap dengan adanya usaha pembudidayaan cacing tanah seperti ini dapat dikembangkan lagi ke setiap desa di Kabupaten Karo. Karena disamping dapat meningkatkan income pendapatan masyarakat. Usaha ini juga bisa mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan oleh kotoran  ternak dan juga dapat memanfaatkan limbah organik lainnya. Minimal untuk memenuhi kuota yang dibutuhkan saat ini, yaitu minimal sebanyak 10 ton dalam setiap bulannya dengan daya beli atau harga beli ditingkat peternak cacing sebesar Rp.25.000 s/d Rp.30.000 per kilogram nya," ujar Imam Syukri Syah Tarigan.
Kepala pos kabanjahe Bersama Ketua Walantara Daris

Sedangkan, aktivis pemerhati lingkungan Ketua DPD Walantara Kabupaten Karo, Daris Kaban, mengapresiasi budidaya cacing tanah tersebut. Dimana sebut Daris, kegiatan usaha pembudidayaan cacing tanah yang pertama kalinya digagas di Desa Cimbang.

"DPD Walantara Karo siap mendukung dan siap berkolaborasi dalam hal pengembangan usaha ternak cacing tanah seperti ini. Saya baru tahu kalau ternyata usaha seperti ini dapat meningkatkan kesejahtraan masyarakat. Karena harga jual yang lumayan tinggi dengan modal yang tidak terlalu besar, namun dapat menghasilkan keuntungan dengan waktu yang relatif singkat. Disamping itu, masyarakat diajak untuk memanfaatkan limbah kotoran ternak dan limbah organik lainnya sebagai bahan pakan ternak cacing yang dapat mengurangi dampak yang timbul dari limbah kotoran ternak, dan sampah organik lainnya sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga," ketus Daris.

"Sehingga, dari budidaya cacing ini bisa menghasilkan pundi - pundi uang. Usaha kreatif sepert ini sudah selayaknya mendapat dukungan dari pemerintah desa, elemen masyarakat, dan tentunya juga harus didukung oleh pemerintah daerah. Untuk itu, dengan bersedianya pengusaha yang siap menampung hasil panen ternak cacing ini dalam jumlah besar. Kami juga siap dilibatkan dalam memberikan edukasi kepada kelompok peternak cacing  yang siap bergabung nantinya." jelas Ketua DPD Walantara Kabupaten Karo mengakhiri.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUAL KOPI KARO DI BANDUNG harga murah terdekat

JUAL KOPI KARO DI BANDUNG - kebutuhan minum kopi untuk menambah sensasi dan sngat cocok untuk bersantai bersama sahabat dan temen temen dekat  kami menyediakan berbagai jenis kopi 100% arabica yang di tanam di dataran tinggi kab karo letaknya di lereng gunung sinabung tulisan ini merupakan betuk dari rivew produk KOPI CIMBANG SINABUNG   

Wine Coffee Cimbang

 Wine coffee hanya sebuah penamaan yang sangat familiar di kalangan orang atas, wine berarti anggur sedang kan di dalam botol ini tidak ada sedikit pun saya campuri bahan baku dari anggur dan ini murni 100% kopi di panen dan di proses sendiri tahap demi tahap saya lakukan. Mulai petik merah ( Red cherry) , penyucian ( Cherry coffee) pembekapan ( Red cherry), pengpasan dengan Pulper, (giling basah) lalu penjemuran di atas para-para tidak bisa terkena terik matahari langsung, Memakan waktu yang cukup lama untuk menunggu kering kopi sampai di kadar air 12-13% lalu bisa digiling dengan mesin yang saya sebut Dry Hulling .. Setelah itu saya memilih biji kopi yang biasa kami sebut green beans, dipitahnya sampai bersih-bersih tdk ada kotor, direct, cacat pada kopi, pecah, kuku kambing ( pecah dua pada ujung biji kopi), jamur, bercak, alhasil bisa mendapatkan biji kopi yang berkualitas dan bisa menghasilkan cita rasa sesuai yang d i harapkan seperti rasa wine ( Anggur) dan minuman saya ini...

Ada Berkah dibalik Gunung Sinabung

Sebuah rahasia dibalik musibah Letusan #gunungsinabung Kopi yah lagi-lagi saya menulis cerita tentang kopi. Bukan berarti saya tdk bercerita tentang yang lain selain kopi karna kopi sudah menunjukkan ke saya bahwa dengan mencintai kopi mulai merawat / budidaya nya pasca panen nya. Dengan seperti itu jika kita terjun langsung mencoba memprose serta menanam dan juga menikmati hasil akhirnya maka kita akan tau apa makna di dalam kopi tersebut. Saya menikmat kopi sehingga bagi saya tidak sangat penting sekali dari segi jenisnya/ (Varietasnya) Bukan hanya asal pas dilidah saja maka saya menyukainya,Walau diracik secara sederhana dan di pelosok Nan jauh dari peradapan hirup pikuk perkotaan dan keramaian manusia Kopi adalah kopi yang selalu menemukan penikmatnya. Espresso Cimbang Coffee Dengan harumnya yang khas serta citarasanya yang unik yang membuat saya harus lebih mencintai apa di balik pahitnya kopi adalah sebuah keindahan hakiki sebuah Rasa, serta menemukan test rasa yang dulu pernah ...